Materi Karya Ilmiah



Materi
Karya Ilmiah
Kelas XI
Bahasa Indonesia
SMA Katolik Kesuma Mataram





A.          Pengertian Karya Ilmiah

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) , karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, dan kajian pustaka).

 

B.           Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan teks nonfiksi, dengan ciri-ciri sebagai berikut.

 

1.            Tulisan yang dibuat harus mengacu pada teori. Teori dibutuhkan sebagai landasan berpikir dalam pembahasan suatu masalah.

2.            Bahasa yang digunakan harus lugas, tidak emosional, dan tidak menimbulkan interprestasi lain. Hal ini harus diperhatikan dengan baik.

3.            Kalimat harus logis. Maka dari itu, kalimat-kalimat pada karya ilmiah mengacu pada pembahasan yang rasional dengan urutan yang konsisten. Tulisan tidak memuat hal-hal yang janggal atau tidak bisa dibuktikan kebenarannya, serta tidak boleh di luar nalar manusia dan ambigu.

4.            Efisien mempergunakan kata, kalimat dan bahasa yang baik, sesuai, dan mudah dipahami.

5.             Kalimat harus efektif. Maka dari itu, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah  padat dan ringkas serta tidak bertele-tele atau tidak memasukan opini-opini yang tidak penting.

6.            Objektif berdasarkan pada fakta, dalam hal ini kerangka karya tulis ilmiah bersifat konkrit dan benar adanya, tidak mengada-ada.

7.            Sistematis baik penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku.

8.             Kata baku digunakan dalam karya ilmiah. Kata baku digunakan karena karya ilmiah pada umumnya bersifat formal dan ilmiah. Apabila anak-anak ingin mengetahui lebih dalam tentang kata baku dan tidak baku, anak-anak dapat mengunjungi alamat web site ini

https://smakerzbahasaindonesia.blogspot.com/2021/08/kata-baku-dan-tidak-baku.html


C.          Jenis Karya Ilmiah

Adapun karya ilmiah memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis karya ilmiah.

 

1. Artikel

Menurut KBBI karya ilmiah merupakan karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya. Karya ilmiah berisi pendapat subjektif yang penulisannya tentang suatu masalah atau peristiwa. Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku yang berisikan artikel. Artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran dan kajian pustaka atau pun hasil pengembangan sebuah proyek.

 

2. Makalah

Karya ilmiah yang menyajikan sebuah masalah yang penyelesaiannya mengandalkan bermacam-macam data yang ada di lapangan. Karya ilmiah ini bersifat empiris dan juga objektif. Dalam penyajiannya, makalah biasanya dipresentasikan dalam sebuah kegiatan seminar.

3. Skripsi

Karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana (S1)-nya. Skripsi memuat tulisan berisi pendapat penulis dengan mengacu atau berdasarkan teori yang telah ada sebelumnya.

 

4. Kertas Kerja atau Work paper

Pada dasarnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan tajam serta dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan atau para ilmuan.

 

5. Paper

Paper sebutan khusus untuk makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi Diploma, S1, S2 dan atau S3. Sistematika penulisannya pun sama dengan artikel dan makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.

6. Tesis

Karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau pascasarjana yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.

 

7. Disertasi atau Ph.D Thesis

Diperuntukkan bagi mahasiswa program S3 atau meraih gelar Doktor/Dr. Disertasi mengemukakan analisis yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan dengan data dan fakta yang sahih atau valid dengan analisis yang terinci. Disertasi berisi suatu temuan penulis sendiri yang berupa temuan orisinal.

 

D.          Bentuk Karya Ilmiah

Bentuk karya ilmiah  ada tiga yaitu bentuk populer, bentuk semi formal, dan bentuk formal.

1. Bentuk Populer

Karya ilmiah bentuk populer atau sering disebut  karya ilmiah populer memiliki bentuk lebih bebas. Karya ilmiah bentuk ini dapat diungkapkan dalam bentuk karya ringkas berupa paragraf bebas tanpa sub judul. Ragam bahasanya biasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah.

Istilah populer di sini digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat), bukan hanya terkenal. Topik yang dibawakan bentuk ini disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tetap tidak pula bersifat fantasi (rekaan).

Secara garis besar struktur karya ilmiah populer sebagai berikut:

1)    Bagian awal
Bagian awal berisi definisi umum yang mengantarkan ke bagian inti pembahasan.

2)    Bagian tengah
Bagian tengah berisi sajian gagasan pokok yang disampaikan.

3)    Bagian penutup
Bagian penutup berisi simpulan, kritik, dan  saran.


2. Bentuk Semiformal


Secara garis besar, struktur karya ilmiah semiformal terdiri atas:
 


1)    Halaman Judul



Keterangan:
Jenis huruf dalam karya ilmiah menggunakan jenis huruf Time New Roman. Judul dan nama lembaga menggunakan ukuran huruf 16-18, sedangkan nama penulis menggunakan ukuran huruf 14. 

*Menurut PUEBI, penulisan judul menggunakan huruf kapital di setiap awalan kata, kecuali kata tugas atau partikel  dan kata ulang tidak sempurna.
   Contoh kata tugas                            : di, ke, dari, dan bagi
      Contoh kata ulang tidak sempurna  : Sayur-mayur (Penulisan judul yang tepat "S" pada               Sayur huruf kapital sedangkan "m" mayur huru kecil.

2)   Kata Pengantar
Kata pengantar berisi ucapan syukur dan terima kasih penulis.

3)    Daftar Isi
Daftar isi berisi daftar halaman dari sub-sub judul, kecuali daftar pustaka dan lampiran.

4) Pendahuluan


 Pada pendahuluan, penulis dapat menulis latar belakang, tujuan makalah, dan manfaat makalah. Latar belakang berisi definisi umum tentang suatu topik yang dibahas, permasalahan yang dihadapi penulis dan masyarakat sebagai objek penelitian, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan. Ketiga hal tersebut membentuk alasan disusunnya artikel ilmiah.

Contoh penulisan pendahuluan


Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Menurut KBBI sumber daya manusia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Potensi manusia dapat diukur melalui kualitas manusia itu sendiri. Dalam hal ini, pendidikan berperan meningkatkan kualitas menusia. Melalui pendidikan, manusia dibekali pengetahuan dan keahlian dalam bekerja, berkreativitas, dan berinovasi. Semakin lama seseorang mendalami pengetahuan dalam dunia pendidikan, maka semakin meningkat profesionalitas kerjanya. Maka dari itu, ada banyak perusahaan mengukur profesionalitas seseorang atau tenaga kerja melalui tingkat pendidikannya. 

Di Indonesia pemerataan pendidikan dan sistem pendidikan masih kurang.  Ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum pendidikan yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Menurut penelitian, hampir setiap tahunnya ada sekitar 3 juta anak didik putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Maka dari itu, perlu ada solusi untuk mengatasi permasalahan tesebut.

Perbaikan sistem pendidikan, pemerataan pendidikan, dan bantuan biaya pendidikan hingga sarjana menjadi solusi terbaik.  Kita dapat melihat, mempelajar, dan mengaplikasikan sistem pendidikan di Jerman yang mempunyai program pemerataan pendidikan dan kualitas pendidikan  yang sangat baik. Dengan demikian, sumber daya manusia di Indonesia menjadi berkualitas.


1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana kualitas sumber daya manusia di Indonesia?

2. Bagaimana peran pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut:

1. untuk mengetahui kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan

2. untuk mengetahui peran pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia


1.4 Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut:

1. pembaca dapat mengetahui kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan

2. pembaca dapat mengetahui peran pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia


Catatan: 

* Rumusan masalah, tujuan, dan manfaat merupakan satu kesatuan. Apabila rumusan masalah ada tiga daftar pertanyan maka tujuan dan manfaat juga ada tiga kalimat atau pernyataan yang mengandung informasi yang sama.


5)    Pembahasan

Pembahasan merupakan jawaban dari rumusan masalah. Perhatikanlah contoh berikut!


Bab II 

Pembahasan


2.1 Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia

2.2  Peran Pendidikan terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia


5)    Kesimpulan, dan Saran


Kesimpulan dan saran merupakan penutup dari karya ilmiah. Kesimpulan berisi inti dari pembahasaan. Maka dari itu, pembahasan kesimpulan tidak panjang. Sedangkan saran dalam karya ilmiah berisi
 pesan penulis terhadap pembaca. Pesan tersebut dapat berupa langkah-langkah ilmiah atau langkah-langkah non ilmiah untuk mecapai keberhasilan dalam proses penelitian dan lain sebagainya. Selain itu, penulis juga dapat memberikan saran kepada para pembaca (kaum akademis) untuk turut serta mengembangkan penelitian atau pembahasaan yang terkait dengan penelitian penulis. Contoh sebagai berikut.


Bab III

Penutup

3.1 Kesimpulan

Sumber daya manusia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Kualitas sumber daya manusia dipengaruhui oleh tingkat pendidikan. Di Indonesia sistem pendidikan dan pemerataan pendidikan masih sangat rendah. Hal ini menyebabkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia  di peringkat 87 dari 157 negara. Data ini diperoleh berdasarkan riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI). Maka dari itu, pendidikan  harus ditingkatkan dengan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia di antaranya memberbaiki kurikulum pembelajaran dan program wajib belajar dengan pembiayaan ditanggung oleh pememerintah sampai sarjana. Dengan demikian, anak-anak bangsa dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional sehingga mereka mampu berkompetisi dalam persaingan global.

3.2 Saran

Penulis menyarankan para pembaca untuk turut serta melakukan penelitian terkait dengan peningkatan kualitas  sumber daya manusia.

6)    Daftar Pustaka.
Format penulisan daftar pustaka dapat dilihat di penjelasan berikutnya.

3. Bentuk Formal


Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap. Biasanya bentuk ini digunakan dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Struktur atau unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut.

1)           Judul

2)           Tim pembimbing

3)           Kata pengantar

4)           Abstrak

            Abstrak merupakan ikhtisar atau inti dari pembahaasan dalam karya ilmiah. Dalam karya ilmiah bahasa Indonesia, penulisan abstrak menggunakan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (bahasa International). 

5)           Daftar isi

6)           Bab I Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Tujuan

1.4  Manfaat

7)           Bab II Landasn Teori (dapat disebut juga Telaah Kepustakaan atau Kerangka Teoritis)

2.1 Deskripsi Teori

2.1 Penelitian yang Relevan

8)           Bab III Metode penelitian

3.1       Lokasi dan Sampel Penelitian

3.2       Jadwal Penelitian

3.3       Personalia Penelitian

3.4       Metode Pengumpulan data

3.5      Instrumen Pengumpulan Data

3.6       Biaya Penelitian 

3.7       Indikator keberhasilan

9)           Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian

              4.1 (mejawab rumusan masalah satu)

               4.2 (Menjawab rumusan masalah dua)

10)      Bab V Penutup

           5.1 Kesimpulan

           5.2 Saran

11)      Daftar pustaka


atau

Halaman Judul

Tim Pembimbing

Kata Pengantar

Abstrak

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Tujuan

1.4  Manfaat

1.5  Batasan Penelitian

Bab II Landasan Teori

2.1  Kanjian Teori

2.2  Penelitian yang Relevan

Bab III Metode Penelitian

1.1  Jenis Penelitian

1.2  Populasi dan Sampel

1.3  Teknik Pengumpulan Data

1.4  Instrumen Penelitian

1.5  Teknik Analisis Data

Bab IV Pembahasaan

4.1   Pembahasaan Rumusan Masalah 1

4.2  Pembahasaan Rumusan Masalah 2

4.3  Pembahasaan Rumusan Masalah 3

4.4  Dst

 

Bab V Penutup

5.1  Kesimpulan

5.2  Saran 

Daftar pustaka memiliki aturan penulisan. Berikut ini aturan penulisan daftar pustaka.

    *  Bersumber dari Buku

Urutan penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buku yaitu nama penulis,  (tanda titik) tahun penerbitan buku, (tanda titik) judul buku (judul buku ditulis huruf miring atau huruf tebal, (tanda titik) kota tempat penerbitan, (titik dua) dan nama penerbit.(tanda titik)

 

Perhatikan soal berikut:

Judul Buku       : Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS

Nama Penerbit   : Gunawan

Penerbit             : Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.

Kota                  : Jakarta

Tahun Terbit     : 2009

 

Buatlah daftar pustaka dari buku tersebut!

Jawabanya:



Catatan: Apabila daftar pustaka lebih dari satu baris, maka baris kedua atau ketiga diberikan jarak satu spasi.

Apabila nama penulis lebih dari satu suku kata, maka nama belakang penulis diletakan di awal kemudian dipisahkan dengan koma dari nama depannya.

Contohnya:

 

Judul Buku       : Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS

Nama Penerbit   : Gunawan Santos Ibrohim

Penerbit             : Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.

Kota                  : Jakarta

Tahun Terbit     : 2009


Ibrohim, Gunawan Santos.2009. Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.

 

Apabila penulis jumlahnya dua (Gunawan Santos Ibrohim dan Muhamad Lalu)  maka penulisan daftar pustaka sebagai berikut.

 

Ibrohim, Gunawan Santos dan Muhamad Lalu.2009. Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.

 

Apabila penulis jumlahnya tiga (Gunawan Santos Ibrohim, Dodi Doni dan Muhamad Lalu)  maka penulisan daftar pustaka sebagai berikut.

Ibrohim, Gunawan Santos, Dodi Doni dan Muhamad Lalu.2009. Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.

 

Apabila penulis jumlahnya lebih dari tiga (Gunawan Santos Ibrohim, Dodi Doni, Muhamad Lalu, dan Many Pacio)  maka penulisan daftar pustaka menggunakan “dkk”. contohnya sebagai sebagai berikut.

 

Ibrohim, Gunawan Santos, dkk.2009. Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.

 

   *     Bersumber dari majalah, buletin, jurnal, dan koran

Nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, nama majalah.

Contoh:

 

Prijanto, M, Pangastuti, R, dan Suprijanto, E. 1991. Efektifitas Imunisasi Toksoid Serap Difteri dan Tetanus. Buletin Penelitian Kesehatan.

Sueyadarma. 2007. Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional Melalui Program Sertifikasi, Edisi Mei 2007. Buletin BSNP.

Permata, Sofi. 2015. Membiasakan Berbahasa yang Baik dan Benar, Edisi 20 Maret 2015. Bandar Lampung Post, hlm 2.

 

    *   Bersumber dari buku teks terjemahan

Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, tahun terjemahan, nama penerbit terjemahan dan tempat penerbitan.

 

Bellanti, JA, Robbins, JB. 1985. Immunology III. Samik W (penterjemah). 1993. Gajah Mada University Press : Yogyakarta, Indonesia.

 

        *    Bersumber dari internet

Pengutipan pustaka dari internet untuk tinjauan pustaka hanya diperbolehkan apabila berasal dari sumber yang jelas berupa nama pengarang, majalah dan atau penerbit. Yang sedikit membedakan pada penulisan ini adalah situs dan waktu akses harus dicantumkan.

Contoh :

Anonim. 2003. Geographic Distribution of Malaria. http://www.dpd.cdc.gov/DPDx/HTML/Malaria.htmlDiakses 20 oktober 2022.

Nugraha, Aria. 2014. Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal yang Benarhttp://www.KelasIndonesia.com/page/artikel/?act/detil/aid/42. Diakses 27 Maret 2015. 

12)           Lampiran-lampiran

13)           Riwayat hidup



E. Penulisan Catatan Kaki dan Kutipan atau Catatan Tubuh 

Hal yang paling penting juga dalam penulisan karya ilmiah yaitu catatan kaki dan catatan tubuh. Ada pun fungsinya menunjukan sumber kutipan atau arti dari istilah-istilah yang digunakan.


1) Catatan kaki 

Berikut ini cara penulisan catatan kaki.
1.     berjarak 4 spasi dari teks bacaan, dan 14 karakter dari margin kiri
2.     ketikan catatan kaki menggunakan spasi satu diberi nomor
3.     nomor catatan kaki diketik dengan jarak 6 karakter dari margin kiri
4.     jika catatan kaki lebih dari satu baris, maka baris kedua dan seterusnya diketik mengikuti margin teks biasa
5.     jika ada lebih dari satu catatan kaki, maka jarak antara satu catatan dengan catatan lainnya menggunakan spasi yang sama dengan spasi teks bacaan
6.     jarak baris terakhir catatan kaki dengan ujung kertas bagian bawah adalah 3 cm
7.     keterangan yang panjang tidak boleh disambung ke halaman selanjutnya, lebih baik memotong tulisan asli daripada memotong catatan kaki
8.     jika ada catatan kaki yang sama terletak berurutan (misal : catatan kaki nomor 2 dan catatan kaki nomor 3 sama), cukup ditulis dengan kata “ibid.”
9.     jika ada catatan kaki yang sama tapi tidak berurutan, cukup ditulis dengan kata “op.cit.”
10.  jika ada catatan kaki yang sama tapi sudah disisipi oleh catatan kaki yang memiliki sumber berbeda, maka cukup ditulis dengan kata “loc.cit.”
11. untuk keterangan tentang referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya seperti daftar pustaka tapi nama penulis/pengarang tidak dibalik
12.  nomor kutipan ditulis setengah spasi lebih tinggi daripada tulisan catatan kaki
13.  judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer), tapi cukup digaris bawahi (jika ditulis tangan)
14. kutipan atau referensi yang tidak bersumber dari buku, tidak perlu dicetak miring
15. diketik menggunakan tanda hubung koma (,) kecuali setelah kota terbit digunakan tanda titik dua (:)
16.  jika ada dua penulis/pengarang, maka nama penulis/pengarang ditulis semua
17. jika ada lebih dari dua penulis/pengarang, hanya nama pengarang pertama yang ditulis, lalu pengarang lainnya cukup tuliskan dkk atau et al

18. jika kutipan bersumber dari internet, tuliskan nama depan dan belakang penulis, judul dokumen, nama website, alamat http website, tanggal dokumen tersebut diambil/unduh


 

Contoh Penulisan Catatan Kaki

1.     Catatan Kaki dari Buku

o    Satu atau dua pengarang
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan Kewarganegaraan, (Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008), hlm. 27.

o    Tiga atau lebih pengarang
2Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2, (Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.

o    Ibid (Ibidium)
1Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2, (Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.
2Ibid.   (jika dikutip dari halaman yang sama)
3Ibid, 17-23.   (jika dikutip dari halaman yang berbeda)

o    Op.Cit (Opere Citato)
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan Kewarganegaraan, (Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008), hlm. 27.
2Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2, (Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.
3Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Op.Cit., 109.

o    Loc.Cit (Loco Citato)
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan Kewarganegaraan, (Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008), hlm. 27.
2Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2, (Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.
3Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Loc.Cit.

o    Sumber dari buku yang berjilid
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan Kewarganegaraan, Jilid 1, (Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008),  Cet. 3, hlm. 27.

2.     Catatan Kaki dari Karya Ilmiah
1Nasiruddin, “Asketisisme Hasan Al-Bashri (Tinjauan Sosio-Historis)”, Tesis Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogayakarta, (Yogyakarta: Perpustakaan PascaSarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2000), hlm. 27, t.d.

3.     Catatan Kaki dari Koran/Surat Kabar
2Media Indonesia, 20 Desember 2016, hlm. 8.

4.     Catatan Kaki dari Majalah
3Ade Iwan Setiawan, “Pasang Surut Perekonomian Indonesia” Tempo, 20 Desember 2016, hlm. 44.

5.     Catatan Kaki dari Internet
4Arif Hermawan, “Cara Sukses Menjalankan Bisnis Online”, Bisnis Online, diakses dari http://www.bisnisonline.com/cara-sukses-menjalankan-bisnis-online.html, pada tanggal 20 Desember 2016 pukul 07.00.

          2) Catatan Tubuh atau Kutipan

       Ada beberapa teknik penulisan catatan tubuh atau kutipan. Namun, saya akan memberikan  satu contoh saja.

M     Menurut Diri (2022:21), "Karya ilmiah bersifat keilmuan artinya bahwa karya ilmiah disusun berlandaskan pada penelitian yang mendalam dan berdasarkan pada kaidah keilmuan sehingga dapat dipertanggungjawabkan.   Maka dari itu, ketika kalian ingin menyusun sebuah karya ilmiah maka kalian diharapkan membuat perencanaan yang matang."

        *Keterangan

         - Diri= Nama belakang penulis

         - 2022   = Tahun Penulisan Buku

         - 21       = Halaman teks yang dikutip

   




Demikian materi kita , semoga bermanfaat.






 

Comments

Popular posts from this blog

STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH