Materi Karya Ilmiah
A.
Pengertian Karya
Ilmiah
Menurut KBBI (Kamus Besar
Bahasa Indonesia) , karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan
prinsip-prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, dan
kajian pustaka).
B. Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan
teks nonfiksi, dengan ciri-ciri sebagai berikut.
1. Tulisan yang
dibuat harus mengacu pada teori. Teori dibutuhkan sebagai landasan berpikir
dalam pembahasan suatu masalah.
2. Bahasa yang digunakan harus lugas, tidak emosional, dan tidak menimbulkan interprestasi lain. Hal ini
harus diperhatikan dengan baik.
3.
Kalimat harus logis. Maka dari itu, kalimat-kalimat pada karya ilmiah mengacu pada pembahasan yang rasional dengan urutan yang
konsisten. Tulisan tidak memuat hal-hal yang janggal atau tidak bisa dibuktikan
kebenarannya, serta tidak boleh di luar nalar manusia dan ambigu.
4.
Efisien mempergunakan kata, kalimat dan bahasa yang baik, sesuai, dan mudah dipahami.
5.
Kalimat harus efektif. Maka dari itu, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah padat dan ringkas serta tidak bertele-tele
atau tidak memasukan opini-opini yang tidak penting.
6.
Objektif berdasarkan pada fakta, dalam hal ini kerangka karya tulis ilmiah bersifat
konkrit dan benar adanya, tidak mengada-ada.
7.
Sistematis baik penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan prosedur dan sistem
yang berlaku.
8. Kata baku digunakan dalam karya ilmiah. Kata baku digunakan karena karya ilmiah pada umumnya bersifat formal dan ilmiah. Apabila anak-anak ingin mengetahui lebih dalam tentang kata baku dan tidak baku, anak-anak dapat mengunjungi alamat web site ini
https://smakerzbahasaindonesia.blogspot.com/2021/08/kata-baku-dan-tidak-baku.html
C.
Jenis Karya Ilmiah
Adapun karya ilmiah
memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis karya ilmiah.
1. Artikel
Menurut KBBI karya ilmiah merupakan karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya. Karya ilmiah berisi
pendapat subjektif yang penulisannya tentang suatu masalah atau peristiwa.
Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat
dalam jurnal atau buku yang berisikan artikel. Artikel ilmiah diangkat dari
hasil pemikiran dan kajian pustaka atau pun hasil pengembangan sebuah proyek.
2. Makalah
Karya ilmiah yang menyajikan sebuah masalah yang penyelesaiannya mengandalkan bermacam-macam data yang ada di lapangan. Karya ilmiah ini bersifat empiris dan juga objektif. Dalam penyajiannya, makalah biasanya dipresentasikan dalam sebuah kegiatan seminar.
3. Skripsi
Karya ilmiah yang dibuat
oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana (S1)-nya. Skripsi memuat tulisan
berisi pendapat penulis dengan mengacu atau berdasarkan teori yang telah ada
sebelumnya.
4. Kertas Kerja atau Work
paper
Pada dasarnya sama dengan
makalah, namun dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan tajam serta
dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan atau para ilmuan.
5. Paper
Paper sebutan khusus untuk makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi Diploma, S1, S2 dan atau S3. Sistematika penulisannya pun sama dengan artikel dan makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.
6. Tesis
Karya tulis ilmiah
mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau pascasarjana yang bersifat
lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan
baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.
7. Disertasi atau Ph.D Thesis
Diperuntukkan bagi
mahasiswa program S3 atau meraih gelar Doktor/Dr. Disertasi mengemukakan analisis
yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan dengan data dan fakta yang sahih
atau valid dengan analisis yang terinci. Disertasi berisi suatu temuan penulis
sendiri yang berupa temuan orisinal.
D. Bentuk Karya Ilmiah
Bentuk karya ilmiah ada tiga yaitu bentuk populer, bentuk semi
formal, dan bentuk formal.
1. Bentuk Populer
Karya ilmiah bentuk populer atau sering disebut karya ilmiah populer memiliki bentuk lebih bebas. Karya ilmiah bentuk ini dapat diungkapkan dalam bentuk karya ringkas berupa paragraf bebas tanpa sub judul. Ragam bahasanya biasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah.
Istilah populer di sini
digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat),
bukan hanya terkenal. Topik yang dibawakan bentuk ini disukai oleh sebagian
besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami.
Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tetap tidak pula bersifat fantasi
(rekaan).
Secara garis besar struktur
karya ilmiah populer sebagai berikut:
Bagian awal berisi definisi umum yang mengantarkan ke bagian inti pembahasan.
2) Bagian tengah
Bagian tengah berisi sajian gagasan pokok yang disampaikan.
3) Bagian penutup
Bagian penutup berisi simpulan, kritik, dan saran.
2. Bentuk Semiformal
Secara garis besar, struktur karya ilmiah semiformal terdiri atas:
1) Halaman Judul
Keterangan:
Jenis huruf dalam karya ilmiah menggunakan jenis huruf Time New Roman. Judul dan nama lembaga menggunakan ukuran huruf 16-18, sedangkan nama penulis menggunakan ukuran huruf 14.
Kata pengantar berisi ucapan syukur dan terima kasih penulis.
Daftar isi berisi daftar halaman dari sub-sub judul, kecuali daftar pustaka dan lampiran.
4) Pendahuluan
Pada pendahuluan, penulis dapat menulis latar belakang, tujuan makalah, dan manfaat makalah. Latar belakang berisi definisi umum tentang suatu topik yang dibahas, permasalahan yang dihadapi penulis dan masyarakat sebagai objek penelitian, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan. Ketiga hal tersebut membentuk alasan disusunnya artikel ilmiah.
Contoh penulisan pendahuluan
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Menurut KBBI sumber daya manusia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Potensi manusia dapat diukur melalui kualitas manusia itu sendiri. Dalam hal ini, pendidikan berperan meningkatkan kualitas menusia. Melalui pendidikan, manusia dibekali pengetahuan dan keahlian dalam bekerja, berkreativitas, dan berinovasi. Semakin lama seseorang mendalami pengetahuan dalam dunia pendidikan, maka semakin meningkat profesionalitas kerjanya. Maka dari itu, ada banyak perusahaan mengukur profesionalitas seseorang atau tenaga kerja melalui tingkat pendidikannya.
Di Indonesia pemerataan pendidikan dan sistem pendidikan masih kurang. Ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum pendidikan yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Menurut penelitian, hampir setiap tahunnya ada sekitar 3 juta anak didik putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Maka dari itu, perlu ada solusi untuk mengatasi permasalahan tesebut.
Perbaikan sistem pendidikan, pemerataan pendidikan, dan bantuan biaya pendidikan hingga sarjana menjadi solusi terbaik. Kita dapat melihat, mempelajar, dan mengaplikasikan sistem pendidikan di Jerman yang mempunyai program pemerataan pendidikan dan kualitas pendidikan yang sangat baik. Dengan demikian, sumber daya manusia di Indonesia menjadi berkualitas.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana kualitas sumber daya manusia di Indonesia?
2. Bagaimana peran pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut:
1. untuk mengetahui kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan
2. untuk mengetahui peran pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia
1.4 Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut:
1. pembaca dapat mengetahui kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan
2. pembaca dapat mengetahui peran pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia
Catatan:
* Rumusan masalah, tujuan, dan manfaat merupakan satu kesatuan. Apabila rumusan masalah ada tiga daftar pertanyan maka tujuan dan manfaat juga ada tiga kalimat atau pernyataan yang mengandung informasi yang sama.
Pembahasan merupakan jawaban dari rumusan masalah. Perhatikanlah contoh berikut!
Bab II
Pembahasan
2.1 Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia
2.2 Peran Pendidikan terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia
5) Kesimpulan, dan Saran
Kesimpulan dan saran merupakan penutup dari karya ilmiah. Kesimpulan berisi inti dari pembahasaan. Maka dari itu, pembahasan kesimpulan tidak panjang. Sedangkan saran dalam karya ilmiah berisi pesan penulis terhadap pembaca. Pesan tersebut dapat berupa langkah-langkah ilmiah atau langkah-langkah non ilmiah untuk mecapai keberhasilan dalam proses penelitian dan lain sebagainya. Selain itu, penulis juga dapat memberikan saran kepada para pembaca (kaum akademis) untuk turut serta mengembangkan penelitian atau pembahasaan yang terkait dengan penelitian penulis. Contoh sebagai berikut.
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Sumber daya manusia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Kualitas sumber daya manusia dipengaruhui oleh tingkat pendidikan. Di Indonesia sistem pendidikan dan pemerataan pendidikan masih sangat rendah. Hal ini menyebabkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia di peringkat 87 dari 157 negara. Data ini diperoleh berdasarkan riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI). Maka dari itu, pendidikan harus ditingkatkan dengan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia di antaranya memberbaiki kurikulum pembelajaran dan program wajib belajar dengan pembiayaan ditanggung oleh pememerintah sampai sarjana. Dengan demikian, anak-anak bangsa dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional sehingga mereka mampu berkompetisi dalam persaingan global.
3.2 Saran
Penulis menyarankan para pembaca untuk turut serta melakukan penelitian terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
6) Daftar Pustaka.
3. Bentuk Formal
Karya ilmiah bentuk
formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap.
Biasanya bentuk ini digunakan dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Struktur
atau unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut.
1)
Judul
2) Tim pembimbing
3)
Kata pengantar
4)
Abstrak
Abstrak merupakan ikhtisar atau inti dari pembahaasan dalam karya ilmiah. Dalam karya ilmiah bahasa Indonesia, penulisan abstrak menggunakan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (bahasa International).
5)
Daftar isi
6)
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
7)
Bab II Landasn Teori (dapat disebut juga
2.1 Deskripsi Teori
2.1 Penelitian yang Relevan
8)
Bab III Metode
penelitian
3.1 Lokasi
dan Sampel Penelitian
3.2 Jadwal
Penelitian
3.3 Personalia
Penelitian
3.4 Metode Pengumpulan data
3.5 Instrumen Pengumpulan Data
3.6 Biaya
Penelitian
3.7 Indikator
keberhasilan
9) Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian
4.1 (mejawab rumusan masalah satu)
4.2 (Menjawab rumusan masalah dua)
10)
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
11)
Daftar pustaka
atau
Halaman Judul
Tim Pembimbing
Kata Pengantar
Abstrak
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
1.5 Batasan
Penelitian
Bab II Landasan Teori
2.1 Kanjian
Teori
2.2 Penelitian
yang Relevan
Bab III Metode Penelitian
1.1 Jenis
Penelitian
1.2 Populasi
dan Sampel
1.3 Teknik
Pengumpulan Data
1.4 Instrumen
Penelitian
1.5 Teknik
Analisis Data
Bab IV Pembahasaan
4.1 Pembahasaan Rumusan Masalah 1
4.2 Pembahasaan
Rumusan Masalah 2
4.3 Pembahasaan
Rumusan Masalah 3
4.4 Dst
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Daftar
pustaka memiliki aturan penulisan. Berikut ini aturan penulisan
daftar pustaka.
* Bersumber dari
Buku
Urutan penulisan daftar pustaka yang
bersumber dari buku yaitu nama penulis, (tanda
titik) tahun penerbitan buku, (tanda titik) judul buku (judul buku ditulis
huruf miring atau huruf tebal, (tanda titik) kota tempat penerbitan, (titik
dua) dan nama penerbit.(tanda titik)
Perhatikan soal berikut:
Judul Buku : Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk
SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS
Nama Penerbit : Gunawan
Penerbit :
Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.
Kota :
Jakarta
Tahun Terbit : 2009
Buatlah daftar pustaka dari buku tersebut!
Jawabanya:
Catatan:
Apabila daftar pustaka lebih dari satu baris, maka baris kedua atau ketiga
diberikan jarak satu spasi.
Apabila
nama penulis lebih dari satu suku kata, maka nama belakang penulis diletakan
di awal kemudian dipisahkan dengan koma dari nama depannya.
Contohnya:
Judul Buku : Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk
SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS
Nama Penerbit : Gunawan Santos Ibrohim
Penerbit :
Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.
Kota :
Jakarta
Tahun Terbit : 2009
Ibrohim,
Gunawan Santos.2009. Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI
Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.
Apabila penulis jumlahnya dua (Gunawan Santos Ibrohim
dan Muhamad Lalu) maka penulisan daftar
pustaka sebagai berikut.
Ibrohim,
Gunawan Santos dan Muhamad Lalu.2009. Terampil
Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat
Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional.
Apabila penulis jumlahnya tiga (Gunawan Santos Ibrohim,
Dodi Doni dan Muhamad Lalu) maka
penulisan daftar pustaka sebagai berikut.
Ibrohim, Gunawan Santos, Dodi Doni
dan Muhamad Lalu.2009. Terampil Berbahasa
Indonesia 2 untuk SMA/Ma Kelas XI Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat Perbukuan
Dapartemen Pendidikan Nasional.
Apabila penulis jumlahnya lebih dari tiga (Gunawan
Santos Ibrohim, Dodi Doni, Muhamad Lalu, dan Many Pacio) maka penulisan daftar pustaka menggunakan “dkk”.
contohnya sebagai sebagai berikut.
Ibrohim, Gunawan Santos, dkk.2009. Terampil Berbahasa Indonesia 2 untuk SMA/Ma
Kelas XI Program IPA/IPS.Jakarta: Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan
Nasional.
* Bersumber dari majalah, buletin, jurnal, dan koran
Nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, nama majalah.
Contoh:
Prijanto, M, Pangastuti, R, dan Suprijanto, E. 1991. Efektifitas Imunisasi Toksoid Serap Difteri dan Tetanus. Buletin Penelitian Kesehatan.
Sueyadarma. 2007. Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional Melalui Program Sertifikasi, Edisi Mei 2007. Buletin BSNP.
Permata,
Sofi. 2015. Membiasakan Berbahasa yang
Baik dan Benar, Edisi 20 Maret 2015. Bandar Lampung Post, hlm 2.
* Bersumber dari buku
teks terjemahan
Nama penulis asli ditulis
paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, tahun
terjemahan, nama penerbit terjemahan dan tempat penerbitan.
Bellanti,
JA, Robbins, JB. 1985. Immunology III. Samik W (penterjemah). 1993. Gajah Mada
University Press : Yogyakarta, Indonesia.
* Bersumber dari
internet
Pengutipan pustaka dari internet untuk tinjauan pustaka hanya diperbolehkan apabila berasal dari sumber yang jelas berupa nama pengarang, majalah dan atau penerbit. Yang sedikit membedakan pada penulisan ini adalah situs dan waktu akses harus dicantumkan.
Contoh :
Anonim. 2003. Geographic Distribution of Malaria. http://www.dpd.cdc.gov/DPDx/HTML/Malaria.html. Diakses 20 oktober 2022.
Nugraha, Aria. 2014. Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal yang Benar. http://www.KelasIndonesia.com/page/artikel/?act/detil/aid/42. Diakses 27 Maret 2015.
12)
Lampiran-lampiran
13) Riwayat hidup
E. Penulisan Catatan Kaki dan Kutipan atau Catatan Tubuh
Hal yang paling penting juga dalam penulisan karya ilmiah yaitu catatan kaki dan catatan tubuh. Ada pun fungsinya menunjukan sumber kutipan atau arti dari istilah-istilah yang digunakan.
1) Catatan kaki
Berikut ini cara penulisan catatan kaki.1. berjarak 4 spasi dari teks bacaan, dan 14 karakter dari margin kiri
2. ketikan catatan kaki menggunakan spasi satu diberi nomor
3. nomor catatan kaki diketik dengan jarak 6 karakter dari margin kiri
4. jika catatan kaki lebih dari satu baris, maka baris kedua dan seterusnya diketik mengikuti margin teks biasa
5. jika ada lebih dari satu catatan kaki, maka jarak antara satu catatan dengan catatan lainnya menggunakan spasi yang sama dengan spasi teks bacaan
6. jarak baris terakhir catatan kaki dengan ujung kertas bagian bawah adalah 3 cm
7. keterangan yang panjang tidak boleh disambung ke halaman selanjutnya, lebih baik memotong tulisan asli daripada memotong catatan kaki
8. jika ada catatan kaki yang sama terletak berurutan (misal : catatan kaki nomor 2 dan catatan kaki nomor 3 sama), cukup ditulis dengan kata “ibid.”
9. jika ada catatan kaki yang sama tapi tidak berurutan, cukup ditulis dengan kata “op.cit.”
10. jika ada catatan kaki yang sama tapi sudah disisipi oleh catatan kaki yang memiliki sumber berbeda, maka cukup ditulis dengan kata “loc.cit.”
11. untuk keterangan tentang referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya seperti daftar pustaka tapi nama penulis/pengarang tidak dibalik
12. nomor kutipan ditulis setengah spasi lebih tinggi daripada tulisan catatan kaki
13. judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer), tapi cukup digaris bawahi (jika ditulis tangan)
14. kutipan atau referensi yang tidak bersumber dari buku, tidak perlu dicetak miring
15. diketik menggunakan tanda hubung koma (,) kecuali setelah kota terbit digunakan tanda titik dua (:)
16. jika ada dua penulis/pengarang, maka nama penulis/pengarang ditulis semua
17. jika ada lebih dari dua penulis/pengarang, hanya nama pengarang pertama yang ditulis, lalu pengarang lainnya cukup tuliskan dkk atau et al
18. jika kutipan
bersumber dari internet, tuliskan nama depan dan belakang penulis, judul
dokumen, nama website, alamat http website, tanggal dokumen tersebut
diambil/unduh
Contoh
Penulisan Catatan Kaki
1.
Catatan Kaki dari Buku
o Satu atau dua pengarang
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan
Kewarganegaraan, (Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008), hlm. 27.
o Tiga atau lebih pengarang
2Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2,
(Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.
o Ibid (Ibidium)
1Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2,
(Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.
2Ibid. (jika dikutip dari halaman yang sama)
3Ibid, 17-23. (jika dikutip dari halaman yang berbeda)
o Op.Cit (Opere Citato)
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan Kewarganegaraan,
(Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008), hlm. 27.
2Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2,
(Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.
3Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Op.Cit.,
109.
o Loc.Cit (Loco Citato)
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan
Kewarganegaraan, (Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008), hlm. 27.
2Sri Purwati, dkk., Ilmu Pengetahuan Alam 2,
(Surakarta : Putra Nugraha, 2008), hlm. 78.
3Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Loc.Cit.
o Sumber dari buku yang berjilid
1Setiati Widihastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan
Kewarganegaraan, Jilid 1, (Bekasi : Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2008),
Cet. 3, hlm. 27.
2.
Catatan Kaki dari Karya Ilmiah
1Nasiruddin, “Asketisisme Hasan Al-Bashri (Tinjauan
Sosio-Historis)”, Tesis Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogayakarta,
(Yogyakarta: Perpustakaan PascaSarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2000),
hlm. 27, t.d.
3.
Catatan Kaki dari Koran/Surat Kabar
2Media Indonesia,
20 Desember 2016, hlm. 8.
4.
Catatan Kaki dari Majalah
3Ade Iwan Setiawan, “Pasang Surut Perekonomian
Indonesia” Tempo, 20 Desember 2016, hlm. 44.
5.
Catatan Kaki dari Internet
4Arif Hermawan, “Cara Sukses Menjalankan Bisnis Online”, Bisnis
Online, diakses dari
http://www.bisnisonline.com/cara-sukses-menjalankan-bisnis-online.html, pada
tanggal 20 Desember 2016 pukul 07.00.
2) Catatan Tubuh atau Kutipan
Ada beberapa teknik penulisan catatan tubuh atau kutipan. Namun, saya akan memberikan satu contoh saja.
M Menurut Diri (2022:21), "Karya ilmiah bersifat keilmuan artinya bahwa karya ilmiah disusun berlandaskan pada penelitian yang mendalam dan berdasarkan pada kaidah keilmuan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, ketika kalian ingin menyusun sebuah karya ilmiah maka kalian diharapkan membuat perencanaan yang matang."
*Keterangan
- Diri= Nama belakang penulis
- 2022 = Tahun Penulisan Buku
- 21 = Halaman teks yang dikutip
Demikian materi kita ,
semoga bermanfaat.
Comments
Post a Comment